Hai...
Aku sudah melihatmu, dunia
Warnamu rupanya lebih berupa-rupa dari yang kuduga
Semburatmu nyatanya lebih berkilau dari yang pernah kukira
Katanya,
Aku yang mengenalkannya pada hati
Akunya,
Diriku yang menunjukkannya dimana letak sanubari
Dunia,
Siksamu terhadap perbedaan tak dapat lagi kuatasi
Dan dunia...
Kini aku nelangsa
Kau tahu dunia?
Anehnya aku lebih bahagia
Melihatmu dari kerlipan mata pertamaku,
Mendengar, terhafalkan warna nadamu,
Menafsirkan,
Haha sejak kapan aku lupa
Aku mengerti isyaratmu, dunia
Embrio dari harapan terkecilmu
Fondasi dari mimpimu,
Yang makhluk lain tak tahu
Lalu aku menerawang pada titik akhirmu
Disitu, dunia...
Disitu pada akhirnya riwayatmu.
-Written on Dec 4th, 2013-
By : S.A.H
P.s. Untuk seorang sahabat yang pada puisinya aku mencinta
-A poem "Jadi" written by Ezra Hadi on 2004 which I have a copy of it, and regret it (maybe) for forever
Bless his read cheek when he read that poem in front of our class in high school
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Hamil (Ep. 1)
H a lo... Sesuai janji saya di post sebelumnya, kali ini saya akan membahas tentang kehamilan saya secara lebih detail. Kapan ketahuann...
-
Perjalanan ke Pantai Melasti bisa dibilang perjalanan yang paling santai dan tidak terencana. Pulang kerja di hari Sabtu (iya, suami saya k...
-
One April day, on a morning just like every other morning, I had a sudden realization : I was in danger of wasting my life. As I star...
*I don't have a copy
ReplyDelete